air terjun

air terjun
dapat dinikmati di pantai loknya

Sabtu, 17 Desember 2011

agen sayuran baru


THE NEW SUPPLIER


-‘-ABDPDA-‘-  SUPPLIER MEDAN

Kami adalah salah satu penyuplai  segala komoditi pertanian YANG SEGAR dan menerima pesanan untuk pesta, rumah makan, restoran dan retailer KHUSUS MEDAN SEKITARNYA seperti:
1. CABAI GUNUNG (CABAI RAWIT, CABAI KERITING DAN CABAI PANJANG)
2. SEGALA MACAM SAYURAN, SEPERTI:
        a. SAYUR MANIS (SAWI)
        b. SAYUR PUTIH
        c. SELADA
        d. KACANG PANJANG
        e. KACANG BUNCIS
        f. KACANG ERCIS
        g. KENTANG
. TERUNGK
GKA
GAN
SIRSAK/DURIAN BELANDA)
kan, restoran dan retailer  an ambil. ukuran  dari ovum yang ada pada putik. b        h. TOMAT
        i. BAWANG MERAH
        j. KACANG KORO
        k. SAYUR PAHIT
        l. BERAS GOGO
        m. TERUNG
        n. WORTEL
        o. LOBAK
        p. JAGUNG MUDA
        q. MENTIMUN
        r. REBUNG
        s. LEIWEH
        t. KURMAK
        u. KURMAK PIPI
        v. DAUN UBI KAYU
        w. DLL
3. MACAM BUAH:
        1. PEPINO
        2. TERUNG BELANDA (MARTABE)
        3. NANGKA SEBRANG (SIRSAK/DURIAN BELANDA)
        4. PISANG BARANGAN
        5. GORI/NANGKA
        6. KESEMAK
        7. PISANG KEPOK
        8. PISANG SORE
        9. PISANG AMBON
        10. PISANG NANGKA
        11. MARKISAH
        12. SALAK PONDOH
        13. JERUK
        14. PEPAYA
        15. SEMANGKA
        16. SAWO
        17. ALPUKAT
        18. MANGGIS
        19. DLL
4. REMPAH-REMPAH
        1. KUNYIT
        2. JAHE
        3. KAYU MANIS
        4. LADA HITAM DAN MERICA
        5. KETUMBAR
         6. JINTAN
        7. DLL
5. PERKEBUNAN
        1. DAUN CENGKEH
        2. KOPI
        3. TEMBAKAU
        4. TEBU HITAM UNTUK AIR TEBU
        5. KAKAO
        6. DLL
NB : MELAYANI PARTAI KECIL (RT), SEDANG BESAR DAN RAKSASA
 JIKA ANDA MENCARI BARANG-BARANG LAIN YANG TIDAK TERTULIS DIATAS, SILAKAN KONTAK HP: 0821 6092 3342 ATAU abdpda@gmail.com. BeGitu dikontak akan segera dikonfirmasi
Buruan pesann...... karena WE DELIVER THE FRESHEST ONLY 4U

Jumat, 11 November 2011

hewan gokil

ayam pacaran


kumbang boker

capung belang oranye

Eladubois camerunicus

kupu-kupu ramah

lipan sawit

                                                formasi tempur


                                                 kaki seribu


kumbang mengisap madu

kumbang nocturnal

ngengat abu-abu






kucing genit
                                                menghisap madu










Posted by Picasa

Kamis, 03 November 2011

KOESIEN RESPIRASI



 
TINJAUAN PUSTAKA

Koesien respirasi didefinisikan sebagai rasio dari pengeluaran dari CO2 dengan pengambilan O2 selama respirasi dan  mengindikasikan jenis substrat yang akan dioksidasi. Dalam banyak jaringan tumbuhan nilai RQ akan mendekati 1 yang mengindikasikan respirasi karbohidrat. Sebagai contoh dalam perkecambahan biji berkarbohidrat, RQ naik dari mendekati 1 menuju sekitar 1,3, dimana karbohidrat diubah menjadi asam organik. Pada biji berlemak RQ menurun hingga sekitar 0,4 atau lebih selama perkecambahan. Ini adalah indikator oksidasi asam lemak dan beberapa kasus konversi asam lemak menjadi sukrosa. RQ untuk konversi dari palmitate menjadi sukrosa adalah 0,36 (Ting, 1982).
Jika karbohidrat, misalnya sukrosa, fruktan atau pati merupakan substrat respirasi dan jika mereka secara sempurna dioksidasi, maka volume O2 yang diambil persis berimbang dengan CO2 yang dilepaskan. Nisbah CO2 dan O2 ini disebut kuosien respirasi atau RQ, sering hampir mendekati 1. Sebagai contoh RQ yang diperoleh dari daun  berbagai jenis tumbuhan rata-rata 1,05. Biji yang sedang berkecambah dari tumbuhan serealia dan kacang-kacangan seperti kapri dan  kacang yang mengandung pati  sebagai makanan cadangan utama, juga menunjukkan nilai RQ sekitar 1,0. Tapi biji tumbuhan lain banyak mengandung lemak atau minyak yang kaya hidrogen dan rendah kandungan oksigennya bila dioksidasi selama perkecambahan, RQ hanya 0,7 (Salisbury and Ross, 1995).
Ketika substansi yang lebih miskin oksigennya dari pada karbohidrat dioksidasi dalam respirasi, nilai dari koesien respirasi kurang dari 1 seperti respirasi lemak selama perkecambahan dari biji berlemak nilai koesien respirasinya 0,7. Apabila yang dioksidasi asam organik maka nilai RQ melebihi 1, 4 pada kasus asam oksalat, 1,6 untuk asam tartarik dan 1,3 untuk asam malat. Pada beberapa kasus nilai RQ dapat mencapai 0 karena O2 ada yang diserap tetapi tidak ada CO2 yang dikeluarkan (Pradhan, 2004).
Kebanayakan cara untuk menentukan  hasil dari respirsi melibatkan kuantitatif pengeluaran CO2 atau O2 yang dikonsumsi. Satu metode sederhana melibatkan penghisapan CO2 yang diproduksi di dalam  larutan bariun hidroksida (Ba(OH)2) dan menimbang barium karbonat (BaCO3) yang terbentuk.  Variasi dari metode ini adalah adanya CO2 yang diserap dalam NaOH dari Ba(OH)3 dan sisa CO2 yang diserap diputuskan dengan titrasi (Devlin and Witham, 2002).
            Tumbuhan memperoleh energi dari oksidasi senyawa-senyawa yang berlangsung perlahan danterjadi pada suhu kamar. Reaksi ini dari sudut energi merupakan kebalikan fotosintesis. Energi yang dibebaskan dalam respirasi sebagian tampak dalam bentuk panas yang tidak berguna untuk tumbuhan, yang lainnya dipergunakan dalam kegiatan sel-sel untuk sintesis pigmen, enzim, vitamin, minyak esensial, lendir, resin, asam-asam organik, tanin, glukosida misalnya digitalin dan alkaloid, seperti misalnya kafein, nikotin dan striknin (Tjitrosomo dkk., 2000).
            Senyawa yang mengandung energi ke dalam siklus krebs adalah asam piruvat. Yang dikombinasikan oleh molekul yang mengandung sulfur, vitamin seperti koenzim A (CoA) dan satu molekul CO2 yang hilang. Hasilnya sebuah molekul baru, asetil CoA, yang mengandung CoA dan 2 atom karbon (sebuah kelompok asetil) dari asam piruvat. Asetil CoA adalah komposisi kunci dalam respirasi karena makanan melewati senyawa ini, misalnya karbohidrat, lemak atau protein mungkin diproses dalam siklus krebs (Fuller and Ritchle, 1987).
            Pada respirasi aerob maka asam piruvat oleh dayanya kloenzim A dan NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotid) akan diubah menjadi asetil koenzim A. Pada reaksi ini akan dilepaskan molekul NADH2 yang akan berubah menjadi molekul ATP yang berenergi tinggi. Asetil koenzim A kemudian masuk ke siklus Krebs dan mula-mula akan berubah menjadi asam sitrat kemudian berturut-turut menjadi asam isositrat, asam oksalosuksinat, asam ketoglutarat, asam suksinat, asam fumarat, asam malat, asam oksaloasetat yang akhirnya kembali menjadi asam sitrat             (Juwono dan Juniarto, 1997).
            Diantara perbedaan respirasi dengan fotosinesis : respirasi menghasilkan karbon dioksida sedangkan fotosintesis menyerap karbon dioksida, respirasi membutuhkan oksigen sedang fotosintesis menghasilkan oksigen, respirasi menguraikan gula dan bahan organik sedang fotosintesis menyusun gula dan bahan organik, respirasi mengurangi berat kering sedang fotosintesis menambah berat kering, respirasi terjadi pada setiap sel yang hidup sedang fotosintesis hanya terjadi pada khlorofill, respirasi mengurangi persedian energi sedang fotosintesis menambah persediaan energi, fotesintesis hanya dapat terjadi jika ada cahaya sedang respirasi hanya dapat terjadi bila sel masih hidup (Stern dkk., 2005).
            Apabila temperatur diantara 5 oC dan sekitar 25 oC atau 30 oC, respirasi meningkat secara eksponensial dengan temperatur dan nilai Q10 akan 2,0. Dengan nilai temperatur ini setiap kenaikan 10 oC mempengaruhi reaksi enzim. Pada temperatur diatas 30 oC, nilai Q10 pada kebanyakan tanaman mulai menurun bersamaan dengan substrat yang semakin mengecil. Jika temperatur meningkat 50 oC ke 60 oC denaturasi suhu dari  enzim respirasi dan berbahaya bagi membran yang berespirasi (Barbour et all, 1982).
            Koesien respirasi adalah unit yang dikalkulasikan dari hasil metabolisme basa (BMR) ketika diestimasikan dari produksi karbon dioksida. Beberapa kegiatan seperti pengambilan oksigen adalah bentuk langsung dari kalori meter yang menggunakan Ganong Respirometer. Banyak substansi yang dimetabolismekan hanya mengandung karbon, hidrogen dan oksigen. Hasil RQ dari rata-rata tumbuhan adalah satu (http: en.wikipedia.org, 2009).

KOESIEN RESPIRASI



PENDAHULUAN


Latar Belakang


     Sel-sel yang melakukan respirasi pada umumnya mengandung enzim oksidase dan oleh karena itu mempunyai kecenderungan untuk menggunakan oksigen sebagai aseptor electron terakhir. Molekul O2 merupakan substrat yang baik untuk direduksi pada muatan yang sangat positif (Eo = + 0,82 volt) dan tersedia dalam jumlah yang banyak di udara. Dengan demikian sel yang menjalankan respirasi dapat lebih efisien mmengubah substrat menjadi energi bila dibandingkan dengan sel-sel yang melakukan fermentasi (Winarno dan Fardiaz, 1990).

      Sebagian besar langkah dalam proses perombakan pati menjadi glukosa dikatalisis oleh tiga macam enzim α-amilase, β-amilase dan pati fosforilase. Dari ketiganya hanya hanya α-amilase yang dapat menyerang butir pati utuh, yaitu dengan memutuskan ikatan 1,4 pada rantai amilosa atau amilopektin. Ikatan cabang 1,6 pada amilopektin atau dekstrin bercabang tidak dapat diserang oleh salah enzim diatas, namun akan dihidrolisis oleh berbagai enzim pemutus cabang yang terdiri atas pululanase, isoamilase dan limit dekstrinase (http://cheabio.blogspot.com, 2009)

      Ketika karbohidrat sebagai heksosa digunakan sebagai substrat respirasi, volume CO2 yang dihasilkan dibagi dengan volume O2 yang diserap hasilnya 1. Sedangkan protein yang komposisi oksigennya lebih rendah dibandingkan dengan karbohidrat dan proporsi dari oksigen dengan karbondiokssida adalah rendah secara variable. Protein jarang digunakan sebagai substrat respirasi, tetapi ketika tumbuhan menghidrolisisnya dibutuhkan banyak oksigen untuk oksidasi yang sempurna sebagai akibatnya nilai RQ menurun dan kurang dari 1. Nilai RQ untuk substrat protein berfluktuasi sekitar 0,79. Selama berlangsungnya oksidasi protein nilai dari RQ mungkin sama dengan 1,0(0,99) ketika diproduksi ammonia atau 0,8(0,79) ketika amida dibentuk. Ketika amida diokdidasi nilai RQ naik diatas satu (Pandey and Sinha, 2002).

      Diantara faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan dari K.R. = 1 adalah: macam substrat, heksosa yang jumlah karbonnya sama dengan jumlah oksigennya, maka nilai koesien respirasinya 1, sedangkan protein yang jumlah karbonnya lebih banyak dari jumlah oksigennya, nilai K.R.-nya lebih kecil dari satu yaitu diantara 0,8-0,9; temperatur, antara 10 oC sampai 30 oC, maka kenaikan respirasi ada 2 sampai 2,5 kali, dengan lain perkataan, K10-nya antara temperatur-temperatur tersebut ialah 2 sampai 2,5. Diatas temperature optimum, respirasi makin berkurang; kadar O2 di dalam udara, semakin banyak O2 maka respirasi akan meningkat; konsentrasi CO2 diudara, semakin tinggi konsentrasi CO2 maka respirasi makin berkurang; persediaan air; ketersediaan cahaya; adanya luka dan pengaruh bahan kimia (Dwijoseputro, 1980).


    Sebagai aturan umum, rerata hasil respirasi adalah cerminan dari kebutuhan metabolisme. Tanaman yang lebih muda laju respirasinya lebih tinggi dari pada tanaman yang lebih tua. Kecepatan laju respirasi selama tahap awal dari pertumbuhan berelasi dengan sintesis kebutuhan dari kecepatan pemanjangan sel. Usia tumbuhan atau organ yang mendekati pematangan/penuaan laju respirasi menurun (Hopkins, 2000).

Tujuan Percobaan

    Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui besarnya koesien respirasi dari beberapa kecambah tanaman.

Kegunaan Percobaan
  • Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal tes di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
  • Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

TINJAUAN PUSTAKA

Minggu, 23 Oktober 2011

BERTANAM CABAI DALAM POT

Seiring majunya zaman bertambah pulalah kemajuan intelijensia manusia yang melahirkan iptek (ilmu dan teknologi). Iptek tersebut banyak yang bersifat terapan, salah satunya adalah terapan dibidang obat-obatan pertanian. Perusahaan penghasil pestisida mengklaim bahwa produknya aman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan asalkan digunakan sesuai dengan anjuran standarnya. Namun karena ketidakpahaman petani, pestisida digunakan melebihi dosis dan frekuensi aplikasi yang kurang/lebih dari yang dianjurkan pabrikan. Tujuannya hanya satu yaitu agar hasil panen meningkat karena berkurangnya hama yang dapat merusak tanaman mereka.
Namun yang terjadi adalah dilema. Mengapa tidak! bukan hanya hama saja yang mati akibat pestisida tersebut, tetapi juga serangga lain yang berfungsi sebagai predator dan parasitoid terhadap hama tadipun ikut musnah. yang lebih parah lagi hama mengalami mutasi sebagai akibat dari adaptasi terhadap lingkungan yang telah berubah akibat sentuhan pestisida. Hama ini akan menjadi resisten, bahkan lebih ganas dari sebelumnya.
Oleh karena itu marilah kita meminimalkan penggunaan pestisida, kalaupun terpaksa gunakan dengan bijak, benar dan bertanggungjawab.
Sayur, buah dan bunga yang mengandung residu pestisida, tetap saja tidak aman bagi kesehatan manusia dan hewan, karena bahan aktifnya ada yang sukar terurai dan bersifat persisten. Akumulasi pestisida dalam tubuh kita pada jumlah yang besar dan waktu yang lama dapat memicu timbulnya penyakit kanker. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari residu pestisida adalah dengan menciptahan home garden mini dihalaman rumah. satu bidang halaman dapat ditanami berbagai macam sayur, buah bunga dan rempah-rempah. Kali ini kita akan berbicara menanam cabai dalam pot/polibek/polybag.

ALAT

- cangkul
- ayakan pasir
- gembor

BAHAN

- tanah secukupnya
- pasir secukupnya
- air secukupnya
- kompos secukupnya
- pot/polybag

CARA KERJA

Tanah, pasir dan kompos diayak terlebih dahulu agar batu/sampah tidak terikut.
1. Campurkan tanah, pasir, kompos sebanyak 1:1:1
2. Ketiga komponen tersebut diaduk rata dengan cangkul
3. Isikan media tanam ke pot/polybag hingga 3/4 bagian
4. Siram agar tanahnya memadat
5. Pot siap ditanami biji/bibit cabai

PEMELIHARAAN

Usahakan untuk selalu menjaga kelembaban tanah yang ada dalam polibek agar tanaman tidak mengalami kekeringan/stress karena akan berdampak negatif pada produksinya. Untuk mencukupi kebutuhan hara, dianjurkan untuk membuat pupuk urea cair minimal 1g dalam 2 minggu sekali. Cara aplikasinya dengan melarutkan terlebih dahulu pupuk urea lalu disiramkan ke dalam polibek, jika tanaman cabai sudah mulai berbunga maka disarankan untuk memberi pupuk NPKMg agar proses produksi berjalan lancar dan tanaman tetap mendapat nutrisi sesuai kebutuhannya

Selasa, 02 Agustus 2011

CARA MENANGGULANGI TANAH DAN AIR TERCEMAR LOGAM BERAT

Bahan pencemar (logam berat)biasanya bersumber dari limbah pabrik (secara umum). diantara logam berat yang dimaksud yaitu tembaga dan timbal. kedua logam ini sangat beracun bagi tanaman. selain itu juga dapat merusak kesuburan tanah. oleh karena itu logam berat ini harus dipindahkan semaksimal mungkin atau dinonaktifkan (dikahatkan) agar tidak mempengaruhi produksi tanaman. ada dua alternatif untuk mengurangi kadar/dampak logam berat ini yaitu:
1. dengan menggunakan bahan organik
2. dengan menggunakan tumbuhan yang toleran dan akumulator logam berat

a. dengan menggunakan bahan organik
Bahan organik jika terurai sempurna akan menjadi humus. Humus inilah yang dapat mengikat(mengkahatkan) logam berat di dalam tanah sehingga tidak terserap oleh akar tumbuhan.
b. dengan tumbuhan toleran dan akumulator logam berat
salah satu tumbuhan yang toleran dan mampu mengakumulasikan logam berat dalam vakuolanya adalah tanaman kangkung. oleh karena itu pada aliran sungai/tanah yang tercemar dapat ditanami kangkung untuk mereduksi kadar logam berat. karena logam berat sangat berbahaya bagi manusia dan hewan maka produksi kangkung tersebut tidak boleh dimakan atau dijadikan makanan ternak. tanaman kangkung tersebut sebaiknya ditimbun disuatu tempat agar logam beratnya terakumulasi hanya satu titik saja. dengan demikian maka tanah mudah-mudahan berkurang kadar logam beratnya dan hasil pertaniannya pun aman untuk dikonsumsi manusia dan hewan.

Selasa, 24 Mei 2011

Budidaya Strawberry

BUDIDAYA STRAWBERRY
Pengenalan
Strawberry yang lebih akrab disebut stoberi tergolong tanaman buah yang berkembang biak dengan stolon. Stolon adalah tunas berbuku dengan ruas yang panjang dan pada setiap buku dapat muncul tunas yang akan berkembang menjadi tanaman muda. Stolon ini muncul dari ruas batang, tepatnya dari ketiak daun. Di Indonesia ada banyauk jenis/varietas stroberi yang dibudidayakan. Setiap varietas mempunyai perbedaan yang khas. Contohnya, ukuran buah, rasa buah, lebar dan warna daun serta kuat lemahnya tangkai daun.
Morfologi
Morfologi adalah tampilan luar benda yang tampak oleh mata. Berikut ini akan diuraikan tentang detail tanaman stroberi.
- Akar
Tanaman stroberi memiliki sistem perakaran serabut. Pertumbuhan akar cenderung mengarah ke sekeliling batang. Jumlah serabut akar sangat banyak. Fungsi akar adalah untuk menopang organ brangkasan (batang, daun dan buah) dan menyerap air, mineral serta unsur hara yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme (fotosintesis, respirasi dan asimilasi). Warna akar cokelat kemerahan.
- Batang
Jika masih muda batang tanaman stroberi tidak kelihatan karena ditutupi pelepah dan tangkai daun. Hal ini disebut dengan roset. Batang memiliki ruas yang nyata dengan jarak antar ruas sangat sempit. Batang tidak bercabang tetapi dapat mengeluarkan tunas yang berkembang menjadi stolon. Jika tanaman stroberi sudah tua akan terlihat dengan jelas batangnya yang beruas seiring dengan banyaknya jumlah daun yang gugur. Batang sedikit berbulu agak pirang dengan warna hijau pucat karena tidak terkena cahaya matahari.
- Daun
Daun cenderung bulat dengan tepi bergerigi. Tergolong trifoliat, yaitu pada satu tangkai daun terdapat tiga helai anak daun. Warna daun hijau muda hingga hijau tua. Tangkai daun panjang, bewarna hijau sampai kecokelatan. Di bawah tangkai daun terdapat pelepah yang ditumbuhi bulu lunak dan halus ukurannya pendek dan sangat kecil berwarna pirang kecokelatan. Letak daun berselang seling.
- Bunga
Tangkai bunga muncul dari ketiak daun panjangnya dapat mencapai 10 cm dengan sudut lebih kurang 450 berwarna hijau. Satu tangkai dapat terdiri dari beberapa kuntum bunga. Bunga stroberi mempunyai dasar seperti lempeng yang bundar. Mempunyai calyx segitiga saling menyambung. Corolla atau mahkota bunga berwarna putih dengan ujung membulat dan posisinya dipinggir mengelilingi putik yang berwarna hijau kekuningan. Putik sangat banyak berbentuk lempeng bundar dan cembung.
- Buah
Setelah terjadi penyerbukan putik akan berkembang menjadi buah yang berbentuk segitiga dan memiliki banyak dot yang merupakan biji. Warna daging buah putih saat muda dan menjadi merah cerah saat matang. Biji tetap berwarna hijau .


Selasa, 10 Mei 2011

Cara Membuat Herbarium

1. Pengertian Herbarium       
    Herbarium adalah tumbuhan utuh yang telah kering. Utuh maksudnya lengkap organ vegetatif dan generatif. Organ vegetatif terdiri dari akar, batang, daun sedangkan organ generatif terdiri dari bunga, buah dan biji. Biasanya herbarium dibuat untuk tumbuhan yang berukuran kecil hingga sedang. Hal ini berhubungan dengan cara pengeringannya yang praktis karena biasanya herbarium dibuat dengan menggunakan buku tebal yang relatif ukurannya kecil.
2. Cara Membuat Herbarium
    Herbarium yang baik adalah herbarium yang lengkap organ vegetatif dan organ generatifnya. Selain itu kerapian herbarium juga akan menentukan estetika. Oleh sebab itu pengerjaan herbarium harus teliti dan berhati-hati. Untuk membuat herbarium dari tumbuhan yang mini relatif lebih mudah daripada membuat herbarium dari tumbuhan besar. Berikut ini adalah tips membuat herbarium.
2.1. Membuat herbarium ukuran mini
     Jenis herbarium inilah yang mudah dibuat karena ukuran tumbuhannya kecil sehingga tidak terlalu repot untuk menata dan proses pengeringannya juga relatif lebih cepat. Langkah yang harus dilakukan yaitu :
- mencari tumbuhan yang ukurannya kerdil/mini.
- lakukan pembersihan dari kotoran dan bagian tumbuhan yang telah kering.
- cari koran atau buku tebal sebagai alat pengering
- buka lembaran koran atau buku lalu selipkan tumbuhan tersebut
- tata kerapian tumbuhan jangan sampai ada daun yang terlipat atau batang yang tumpang     tindih
- simpan ditempat pada kondisi suhu kamar.
Contoh tumbuhannya : Ageratum conyzoides, Cleome rutidosperma dan  Euphorbia hirta.
2.2. Membuat herbarium tumbuhan ukuran besar
      Membuat herbarium tumbuhan yang memiliki ukuran yang besar tidak mudah. Perlu ketelitian agar hasilnya memuaskan. Ada dua alternatif untuk membuat herbarium tumbuhan ukuran besar yaitu dengan menyediakan alat pengering yang besar atau dengan memotong tumbuhan sehingga muat untuk dikeringkan pada buku tebal yang kecil. Lahkah yang dilakukan sebagian sama dengan herbarium mini, hanya ada tambahan yaitu : 
- cari tumbuhan yang akan diherbariumkan
- bersihkan tumbuhan dari kotoran dan bagian tumbuhan yang telah busuk atau kering
- sesuaikan ukuran tumbuhan dengan media pengering yang dimiliki
  • untuk alat pengering yang kapasitasnya besar sehingga mampu menampung tumbuhan kita caranya sama dengan membuat herbarium mini
  • untuk alat pengering yang ukurannya kecil sehingga tidak dapat memuat secara utuh tumbuhan tersebut, maka harus dilakukan pemotongan. Disinilah peran teliti dan logika. Dengan ketelitian kita dapat membuat potongan yang rapi sedang dengan logika kita dapat merekayasa bahwa tumbuhan tersebut seolah-olah tidak  pernah dipotong. Untuk selengkapnya, pelajari trik untuk membuat herbarium tumbuhan besar di bawah.
 - buka lembaran buku atau koran lalu diselipkan tumbuhannya dan disimpan pada suhu kamar
Biasanya lama pengeringan herbarium minimal 2 minggu tergantung jenis tumbuhan seperti untuk jenis rumput tetapi jenis herbaceus mungkin sampai satu bulan

TRIK TELITI DAN LOGIK
  • Untuk memotong helai daun (biasanya tumbuhannya berdaun pita yang panjang seperti ilalang (I. cylindrica) mulailah sekitar 10 cm dari pangkal helai dan sambungkan dengan potongan 10 cm dari ujung helai
  • Untuk tangkai bunga yang panjang misalnya ilalang cukup potong pada pangkal tangkai bunga dan pada pangkal bulir potong  pada 7 cm ke bawah lalu tempelkan